Menilik Hukum Qurban di Idul Adha dan Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Melakukan Kurban

Qurban di Idul Adha merupakan suatu hal yang rutin dilakukan ketika menyambut datangnya hari besar ini. Dimana hari tersebut umat muslim merupakan puncak dalam ibadah haji dan juga merayakan hari raya Idul Adha. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri, perayaan Hari besar Idul Adha ini dirayakan dengan melakukan kurban yaitu menyembelih hewan kurban yang boleh dan masuk ke dalam jenis hewan yang termasuk hewan kurban.

Hukum qurban di Idul Adha sendiri merupakan sunnah dan tidak wajib. Seorang muslim tidak diwajibkan untuk melakukan kurban apabila berhalangan seperti tidak mempunyai dana untuk membeli hewan kurban. Sehingga tidak akan berdosa apabila tidak mengeluarkan hewan kurban kalaupun tidak mempunyai cukup dana. Akan tetapi apabila memang mampu, maka akan lebih baik untuk mengeluarkan hewan kurban dan membagikannya dengan masyarakat sekitar. Hal tersebut tidak terlepas dari makna dari berkurban sendiri yang melakukan kurban untuk menuruti perintah agama. Dan berkurban menyedekahkan harta yang dimiliki karena hidup tidak akan bertahan selamanya. Oleh karena itulah tidak ada salahnya menyisihkan harta yang dipunyai dengan membeli hewan kurban. Ketika menyisihkan harta tersebut juga akan menjadikan keuntungan untuk masyarakat karena dapat bersedekah, mensucikan harta karena memberikan hak orang lain yang ada dalam harta yang diterima, dan membuat hati menjadi lebih lapang. Dimana ketika akan melakukan kurban ini ada hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yaitu sebagai berikut:

  1. Niat untuk berkurban

Langkah pertama ketika akan berkurban dan mengeluarkan hewan kurban ketika Idul Adha adalah dengan niat. Maksudnya adalah faktor utama yang mendasari mengeluarkan kurban tersebut biasanya adalah dari niat masyarakat. Banyak masyarakat yang kurang mampu menabung penghasilan sedikit demi sedikit untuk melakukan kurban. Dan ada juga orang yang mampu tetapi sungkan dan tidak mau untuk mengeluarkan kurban walaupun hartanya lebih dari cukup. Hal tersebut menandakan niat yang mendasari ketika berkurban bukan ekonomi semata.

Continue reading »