Pelemahan Dolar AS Dorong Rupiah ke Level 13.293 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Ruang penguatan rupiah terus terbuka.

Mengutip Bloomberg, Selasa (21/3/2017), rupiah di buka di angka 13. 308 per dolar AS, naik bila dibanding dengan penutupan perdagangan terlebih dulu yang berada di angka 13. 314 per dolar AS.

Mulai sejak pagi sampai siang ini, rupiah ada di kisaran 13. 293 per dolar AS sampai 13. 326 per dolar AS. Bila dihitung dari pertama th., rupiah menguat 1, 14 %.

Sedang berdasar pada Kurs Rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatik di angka 13. 308 per dolar AS, menguat bila dibanding dengan patokan satu hari terlebih dulu yang berada di angka 13. 329 per dolar AS.

Dolar AS memanglah tertekan pada perdagangan Selasa ini di Asia sesudah Presiden Bank Sentral AS Chicago Charles Evans menguatkan persepsi kalau the Federal Reserve (the Fed) akan tidak percepat laju kenaikan suku bunga.

Diluar itu, desakan pada dolar AS juga makin dalam dengan kenaikan mata uang euro. ” Ada sedikit reli dari euro karna keadaan geopolitik di Perancis sedikit mereda mendekati pemilu pada Apri serta Mei kelak, ” terang analis Royal Bank of Canada, Sue Trinh.

Baca juga: kurs dollar hari ini

Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menerangkan, rupiah menguat terdorong trend pelemahan dolar AS di pasar global pada perdagangan Senin tempo hari.

Aliran dana masuk ke surat Utang Negara (SUN) juga masih tetap kuat hingga menghimpit yield surat utang dengan tenor th. ke kisaran 7, 1 %.

Meskipun belumlah ada konfirmasi resmi dari S&P, keinginan kenaikan posisi utang ke investment grade sekarang ini begitu kuat hingga tingkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.

” Ruangan penguatan rupiah masih tetap ada meskipun harapan harga komoditas ke depan, sekarang ini terganggu oleh koreksi dalam harga minyak, ” papar dia.

Continue reading »