cara cek cashback PayTren

Bagaimana cara cek cashback paytren? Ini Langkah Mudahnya!

cara cek cashback paytren – Banyak orang yang sudah memulai usaha dengan PayTren yang ternyata masih belum terlalu paham beberapa hal penting. Salah satunya adalah cashback PayTren. Ya, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya tentang bagaimana caranya cek cashback PayTren.

Padahal, caranya sangat mudah. Di bawah ini Anda bisa melihat caranya. Cara di bawah ini juga akan memberi tahukan kepada Anda mengenai bonus transaksi yang Anda lakukan termasuk yang dilakukan oleh member-member downline Anda.

cara cek cashback PayTren

Langkah yang pertama adalah dengan membuka MyTreni.com. Kemudian silakan Anda masuk ke halaman personal Anda dengan melakukan login. Silakan Anda masukkan Username Anda dan juga masukkan password dengan benar. Setelah Anda berhasil login, Anda akan melihat sebuah halaman berisikan berbagai menu.

Silakan Anda pilih menu “Cashback Transaksi”. Menu inilah yang akan memberi tahukan Anda mengenai cashback PayTren Anda. Silakan Anda pilih tanggal atau periode cashback yang ingin dilihat. Di kolom “rec”, Anda bisa mengisikan 100.000. Tujuannya adalah agar Anda bisa langsung melihat seluruh transaksi. Kemudian silakan klik “view”.

Laporan transaksi yang Anda minta akan muncul di layar dan Anda bisa melihat detail penjelasannya yang meliputi tanggal transaksi, jumlah bonus atau jumlah cashback, level member yang melakukan transaksi, tipe atau jenis transaksi yang dilakukan, dan juga status transaksi apakah sudah dibayarkan atau belum. Semua detail tersebut membuktikan bahwa PayTren benar-benar transparan. Bagaimana, cara cek cashback PayTren sangatlah mudah bukan?

Continue reading »

Menilik Hukum Qurban di Idul Adha dan Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Melakukan Kurban

Qurban di Idul Adha merupakan suatu hal yang rutin dilakukan ketika menyambut datangnya hari besar ini. Dimana hari tersebut umat muslim merupakan puncak dalam ibadah haji dan juga merayakan hari raya Idul Adha. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri, perayaan Hari besar Idul Adha ini dirayakan dengan melakukan kurban yaitu menyembelih hewan kurban yang boleh dan masuk ke dalam jenis hewan yang termasuk hewan kurban.

Hukum qurban di Idul Adha sendiri merupakan sunnah dan tidak wajib. Seorang muslim tidak diwajibkan untuk melakukan kurban apabila berhalangan seperti tidak mempunyai dana untuk membeli hewan kurban. Sehingga tidak akan berdosa apabila tidak mengeluarkan hewan kurban kalaupun tidak mempunyai cukup dana. Akan tetapi apabila memang mampu, maka akan lebih baik untuk mengeluarkan hewan kurban dan membagikannya dengan masyarakat sekitar. Hal tersebut tidak terlepas dari makna dari berkurban sendiri yang melakukan kurban untuk menuruti perintah agama. Dan berkurban menyedekahkan harta yang dimiliki karena hidup tidak akan bertahan selamanya. Oleh karena itulah tidak ada salahnya menyisihkan harta yang dipunyai dengan membeli hewan kurban. Ketika menyisihkan harta tersebut juga akan menjadikan keuntungan untuk masyarakat karena dapat bersedekah, mensucikan harta karena memberikan hak orang lain yang ada dalam harta yang diterima, dan membuat hati menjadi lebih lapang. Dimana ketika akan melakukan kurban ini ada hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yaitu sebagai berikut:

  1. Niat untuk berkurban

Langkah pertama ketika akan berkurban dan mengeluarkan hewan kurban ketika Idul Adha adalah dengan niat. Maksudnya adalah faktor utama yang mendasari mengeluarkan kurban tersebut biasanya adalah dari niat masyarakat. Banyak masyarakat yang kurang mampu menabung penghasilan sedikit demi sedikit untuk melakukan kurban. Dan ada juga orang yang mampu tetapi sungkan dan tidak mau untuk mengeluarkan kurban walaupun hartanya lebih dari cukup. Hal tersebut menandakan niat yang mendasari ketika berkurban bukan ekonomi semata.

Continue reading »

Memilih dan membuat Tempat Tidur Agar Tidur Terasa Nyenyak

Banyak Survei dan Pakar Kesehatan menunjukkan fakta bahwa mereka yang tidur nyenyak menjalani hidup sehat. Seseorang akan aktif hanya saat ia tidur nyenyak. Tidur yang nyenyak dan baik memastikan kehidupan seksual yang bahagia dan sehat. Tidur yang baik memiliki banyak keuntungan karena melindungi Anda dari berbagai penyakit.

Seperai adalah sumber besar untuk tidur. Tempat tidur yang tepat membantu memastikan tidur yang nyenyak setelah jadwal kerja yang padat. Warna dan cetakan yang indah di tempat tidur menambahkan semangat ke kamar tidur Anda. Sejumlah besar kehidupan seseorang dihabiskan di tengah-tengah tempat tidur. Oleh karena itu, ini adalah teman yang paling dicari semua orang. Tempat tidur bisa memberi kesan indah pada kamar tidur Anda. Mereka memutuskan tema kamar tidur Anda.

Tempat tidur dimaksudkan untuk kenyamanan dan fleksibilitas. Oleh karena itu, mereka harus terbuat dari kain yang bagus dengan warna cerah dan cetak. Hal ini terutama berlaku untuk tempat tidur untuk bayi dan anak-anak karena kulit mereka sangat sensitif terhadap kain.

Tempat tidur datang dalam gaya yang berbeda, ukuran yang berbeda dan dengan fitur yang berbeda. Tempat tidur juga tersedia untuk musim yang berbeda, yaitu musim panas dan musim dingin.

Berbagai gaya Tempat tidur adalah Adjustable Bed, Waterbed, Air Bed, Bunk Bed, Tempat Tidur Rumah Sakit, Sofa-Cum-Bed, Tempat Tidur Bergetar dan masih banyak lagi. Tempat Tidur adalah tempat tidur yang terdiri dari banyak tempat tidur di atas tempat tidur yang lain.

Ukuran yang menonjol adalah King Bedding, Tempat Tidur Queen, Tempat Tidur Twin dan Tempat Tidur Crib. Bahkan di sini, ukuran tempat tidur gaya yang sama berbeda dari satu negara ke negara lain. Misalnya, ukuran King Bedding adalah 76 “x 80” di Amerika Serikat sedangkan di Eropa, berukuran 72 “x 80”. Sedangkan di indonesia 180×200 cm untuk King, 160×200 cm untuk Quin.

Tempat tidur terbuat dari bahan yang berbeda, yaitu kayu jati, kayu mahoni, plasik ataupun besi, dll. Masing-masing bahan memiliki kelebihan tersendiri.

Continue reading »

Cara Menangani Karyawan yang Malas Bekerja

Karyaman Malas Tidur di Kursi Bos

Deertrailcolorado.org — Sebagai seorang atasan, tentunya Anda menginginkan semua bawahan rajin bekerja, kan? Namun, selalu saja ada karyawan yang malas dalam bekerja.

Kondisi ini jika dibiarkan terus-terusan bisa mempengaruhi kinerja tim serta kinerja Anda sendiri sebagai atasan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini? Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menangani bawahan yang malas.

1. Panggil bawahan ke ruangan Anda
Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu memanggil karyawan bersangkutan ke ruangan Anda. Utarakan apa yang telah Anda amati terhadap kinerja serta perilakunya.

Sampaikan juga jika Anda siap untuk bantu dia kembal rajin dalam bekerja.

Yang harus Anda ingat yaitu saat pemanggilan tersebut usahakan menciptakan suasana yang kondusif sehingga bawahan yang malas tersebut juga merasa nyaman dalam berdiskusi serta tidak terintimidasi.

Hindari memarahinya karena hal itu bukan sebuah solusi, malah dapat menjadi masalah lain.

2. Ketahui penyebab kemalasan
Setelah maksud anda dalam pemanggilan telah disampaikan, tanyakan penyebab kemalasan dari karyawan yang bersangkutan. Umumnya karyawan yang malas disebabkan oleh masalah pribadi maupun masalah pekerjaan.

Masalah pribadi dapat berupa gangguan kesehatan, kebiasaan buruk, ketidakharmonisan keluarga, atau kekurangan finansial.

Dan sementara, masalah pekerjaan dapat berupa beban kerja yang berlebihan, konflik dengan rekan kerja, peralatan kerja yang tak ada atau tak standar, lingkungan kerja yang kurang aman, serta penilaian kinerja yang tak objektif.

Setelah mengetahui penyebab malasnya karyawan bekerja, maka sampaikanlah solusi yang Anda rasa tepat. Sebagai contoh, jika bawahan merasa kelebihan beban pekerjaan, maka kurangilah beban itu.

Jika karyawan kurang terampil, maka beri pelatihan. Contoh lainnya, jika dia mempunyai masalah keluarga, maka sampaikan padanya untuk segera mengatasi masalah tersebut. Sumber: http://pekanbaru.tunakarya.com/

3. Sampaikan manfaat dan kerugian
Seperti yang diketahui, motivasi seseorang dalam betindak adalah 2 hal, yaitu mendapat manfaat serta menghindari kerugian.

Continue reading »